Menurut Badriah (2011: 39),
“Keseimbangan adalah kemampuan mempertahankan tubuh yang tepat pada saat
melakukan gerakan”. Keseimbangan tubuh sangat penting untuk menunjang kehidupan
sehari-hari seperti berjalan dan berlari memerlukan keseimbangan yang baik
sedangkan pada anak tunanetra relatif memiliki keseimbangan tubuh yang kurang
baik. Kehilangan penglihatan akan berdanpak kepada tidak adanya keseimbangan.
Hal ini nampak darigaya jalan yang jelek, kaku, postur tubuh yang jelek, tidak
luwes, tidak lentur, tidak serasi,dan tidak harmonis. Tidak harmonis antara
langkah kaki dan ayunan tangan.Keseimbangan yang kurang baik berakibat pada
gerak dasar (lokomotor) anak tunanetra.Apabila kita berbicara masalah pembinaan
fisik tunanetra, berarti kita sedangmembicarakan tentang keseimbangan
tunanetra, karena keduanya saling berkaitan.
Kesadaran akan keseimbangan
ini sering dikaitkan dengan persepsi motorik. Keseimbangan di definisikan
sebagai suatu posisi seimbang dengan mempertahankan unsur kekuatan.Keseimbangan
ini merupakan bagian integral pada setiap tugas gerak.Keseimbangan juga
berbanding terbalik dengan tingginya pusat berat badan.Dimensi postur tubuh
dengan pertumbuhan normal, keseimbangan jelas dipengaruhi oleh perkembangannya
(Saputra. Badruzaman, 2009:68).
Seiring dengan bertambahnya
usia, keseimbangan semakin dibutuhkan dalam menopang tubuh agar dapat berdiri
statis. Keseimbangan statis ini merupakan kemampuan untuk memelihara
postur badan dalam posisi yang di inginkan
saat diam. Sedangkan keseimbangan dinamis menurut Badruzaman (2009: 69), adalah
kemampuan untuk memelihara postur badan dalam posisi yang di inginkan saat
bergerak. Keseimbangan statis dan dinamis sering digunakan dalam berbagai
aktivitas gerak manusia.
Keseimbangan tersebut sangat perlu dimiliki
setiap orang untuk menunjang kehidupan sehari-hari, tanpa mempunyai
keseimbangan tubuh maka seseorang akan kesulitan untuk melakukan gerak dan
tubuh akan stabil pada saat melakukan aktivitas fisik seperti dikemukakan oleh
Rhayubi (2014: 310), bahwa:
“Keseimbangan merupakan pembelajaran gerak yang paling dasar, karena
semua gerak melibatkan elemen keseimbangan. Kemampuan untuk merasakan suatu
pergeseran dalam hubungan antara bagian-bagian tubuh yang mengubah keseimbangan
seseorang diperlukan untuk stabilitas yang efisien. Kemampuan untuk
mengkompensasi perubahan ini secara cepat dan akurat dengan pergerakan yang
sesuai juga penting. Gerak perhatian ini harus bias menjaga keseimbangan,
tetapi tidak boleh berlebihan. Gerakan itu harus dibuat hanya dari bagian
bagian tubuh yang diperlukan dalam keseimbangan”.
Keseimbangan terbagi menjadi
dua, yaitu keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis. Sebagaimana menurut Badriyah
(2011:39),”Keseimbangan dibagi dua menjadi: keseimbangan statis dan
keseimbangan dinamis. Keseimbangan statis adalah keseimbangan pada saat kita
tidak bergerak atau berdiri tegak, sedangkan keseimbangan dinamis adalah
keseimbangan pada saat kita bergerak”.
Berdasarkan pendapat di atas peneliti
dapat menyimpulkan bahwa keseimbangan terbagi menjadi dua yaitu keseimbangan
statis dan keseimbangan dinamis.
a.
Faktor yang mempengaruhi keseimbangan
Keseimbangan dipengaruhi
banyak faktor, faktor yang mempengaruhi keseimbangan tubuh manusia antaralain :
1)
Pusat Gravitasi
(Centre Of Gravity-COG)
Centre Of Grativy merupakan titik gravitasi yang terdapat pada semua benda baik benda
hidup maupun mati, titik pusat gravitasi terdapat pada titik tengan benda
tersebut, fungsi dari Centre Of Gravity adalah untuk mendistribusikan
masa benda secara merata, pada manusia masa tubuh selalu ditopang dengan titik
ini. Maka tubuh dalam keadaan seimbang. Tetapi jika terjadi perubahan postur
tubuh maka titik pusat gravitasipun berubah maka akan menyebabkan gangguan
keseimbangan (Unstable).
2)
Garis Gravitasi
(Line Of Gravity-LOG)
Garis Gravitasi Line Of Gravity-LOG adalah garis imajiner yang ada vertical melalui pusat gravitasi.
Derajat stabilitas tubuh ditentukan oleh antara garis gravitasi.Pusat gravitasi
dengan best of support (bdang tumpu).
3)
Bidang Tumpu (Best Of Suport-BOS)
Best Of Suport (BOS) merupakan bagian dari tubuh yang berhubungan dengan bidang tumpuan
ketika garis gravitasi berada tepat berada di bidang tumpu, tubuh dalam keadaan
seimbang. Stabilitas yang baik terbentuk dari luasnya area dari bidang
tumpu.semakin besar bidang tumpu semakin besar stabilitas.
4)
Kekuatan Otot (Muscle Streght)
Kekuatan otot adalah
kemampuan otot atau group otot menghasilkan tegangan dan tenaga selama usaha
maksimal baik secara statis maupun dinamis.Kekuatan otot dihasilkan oleh
kontraksi otot yang maksimal, otot yang kuat merupakan otot yang dapat
berkontraksi dan rileksasi dengan baik jika otot kuat maka keseimbangan dan
aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik seperti berjalan, berlari dan
lain sebagainya.
a.
Latihan Keseimbangan Anak Tunanetra
Keseimbangan ini mempunyai
peranan dalam posisi kaki menapak dan pada waktu seseorang berputar misalnya :
pada waktu anak tunanetra menapakkan kaki pada permukaan yang miring, menyebabkan
sudut pada mata kaki ini berubah, maka yang bersangkutan akan mendapatkan
informasi dari dria keseimbangan dan dapat mempertahankan posisi tegaknya
sehingga tidak terjatuh. Jika keseimbangannya juga tidak diperhatikan, maka ada
kemungkinan anak tunanetra tersebut akan terjatuh karena tidak ada keseimbangan
seperti yang dikemukakan oleh Rudiyati (2009:12):
“…kepekaan dria keseimbangan atau vestibular dapat dilatih secara
kontinyu, misalnya dengan meniti tali dan atau papan baik dalam keadaan lurus
meupun miring dan berjalan diatas jalan setapak atau pematang sawah “.
Oleh karena itu, dalam perkembangannya seorang
anak tunanetra mengalami hambatan atau sedikit terbelakang mobilitasnya dalam menjaga keseimbangan bila
dibandingkan dengan anak normal yang awas. Rogow dalam (Hadi, 2005: 45) mengemukakan bahwa
anak tunanetra memiliki kesulitan gerak berupa:
a.
Spasticity yang ditunjukkan oleh
lambatnya bergerak, kesulitan, dan koordinasi gerak yang buruk;
b.
Dyskinesia yaitu adanya aktivitas
gerak yang tak disengaja, gerak athetoid, gerak tak terkontrol, tak beraturan,
gerakan patah-patah, dan berliku-liku;
c.
Ataxia yaitu koordinasi yang buruk
pada keseimbangan postur tubuh, orientasi terbatas, oleh akibat kekakuan atau
ketidakmampuan dalam menjaga keseimbangan;
d.
Mixed Types merupakan kombinasi
pola-pola gerak dyskitenik, spastic, dan ataxic;
e.
Hypotonia ditunjukkan oleh kondisi
lemahnya otot-otot dalam merespon stimulus dan hilangnya gerak refleks;
Dampak lain ketunanetraan dapat dilihat
pada postur tubuh dan gaya jalan. Akibat ketunanetraan biasanya ia berjalan
dengan kaki diseret karena ingin menditeksi jalan yang berlubang, tangan
menjulur ke depan karena kalau menabrak sesuatu lebih baik tangan dulu yang
menabrak daripada kepala, perut ke depan agar dapat menopang tubuh secara
keseluruhan. Kondisi seperti ini akan membentuk Gaya jalan dan postur tubuh yang
jelek, dada dan bahu menyempit, postur tubuh bungkuk, kaki bengkok, dll.
Kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu penanganan yang tepat dan
profesional.
Oleh karena itu tanpa intervensi dan
pembinaan mobilitas/gerak yang tepat, benar, dan utuh anak tunanetra tidak akan
memiliki mobilitas/gerak
yang baik. Secara psikologis akan menimbulkan rasa tidak percaya diri.sausiksaigeil.blogspot.com
Read More : Pendidikan Bagi Anak Tunanetra
Read More : Pendidikan Bagi Anak Tunanetra
Silahkan berikan tanggapan untuk "KESEIMBANGAN TUBUH"
Post a Comment