Read More

Fillariasis (Penyakit Kaki Gajah)

Penyakit yang merusak kesehatan masyarakat terdiri dari penyakit yang menular dan tidak menular. Penyakit yang paling berbahaya dan ditakuti oleh sebagian besar masyarakat adalah penyakit yang menular. Penyakit menular ditakuti karena baik sengaja maupun tidak sengaja masyarakat lain bisa terinfeksi  dengan mudah. Salah satu penyakit menular berbahaya di indoesia adalah penyakit kaki gajah atau bisa disebut juga dalam bahasa latinnya Fillariasis.
Fillariasis adalah salah satu jenis penyakit yang tergolong sangat cepat penularannya, hal ini disebabkan oleh cacing filarial yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk parasite akan menjalar penyakit gajah akan berkembang ketika parasit sampai pada jaringan system limfa. Penyakit kaki gajah bersifat menahun dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap. Cacat tersebut berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit kaki gajah bukan merupakan penyakit yang mematikan, namun bagi penderita akan menjadi suatu yang memalukan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut Pernyataan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr. HM Subuh MPPM dalam depkes.go.id Prevalasi penyakit kaki gajah di Indonesia sejak 45 tahun yang lalu (1970) berhasil diturunkan. Pada tahun 1980 prevalensi mikrofilaria (larva cacing filarial) yaitu 19,5% dan tahun 2014 telah turun menjadi 4,7%.  Saat ini Filariasis masih menjadi endemic di 241 Kabupaten/Kota di Indonesia. 46 diantaranya telah melaksanakan pemberian obat pencegahan masal (POPM) Filariasis selama 5 tahun. Sementara 195 Kabupaten Kota akan melaksanakan POPM sampai dengan tahun 2020 dengan jumlah penduduk sebesar 105 juta jiwa yang merupakan sasaran BELKAGA.
Penyakit kaki gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis, menurut WHO, urutan Negara yang terdapat pada penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah bagian wilayah asia selatan (india dan Bangladesh) afrika, pasifik dan amerika. Belakangan pula terjadi di Negara Thailand dan Indonesia (asia tenggara). Penyakit ini endemis di daerah pasifik selatan temoat vector nyamuk mempunyai kebiasaan menggigit pada siang hari dan banyak berjangkit di daerah pedesaan dibandingkan daerah perkotaan.

Banyak faktor resiko yang mampu memicu timbulnya kejadian filariasis. Beberapa diantaranya adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, faktor lingkungan, prilaku. Pada umumnya kelompok umur dewasa muda dan laki-laki lebih banyak yang terkena infeksi karena laki-laki lebih besar kesempatan untuk terpapar dengan infeksi dari pada perempuan. Hal ini kemungkinan terkait dengan aktifitas diluar rumah pada malam hari, misalnya ronda, selain itu juga, sebagai pencari nafkah utama bagi keluarga, laki-laki memiliki mobilitas yang lebih tinggi dibanding perempuan.
Masalah penting lainnya yang sering mengakibatkan timbulnya penyakit kaki gajah ini yaitu factor lingkungan dan perilaku masyarakat yang masih kurang baik dari kata sehat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya yang bebas dari resiko penyakit menular yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia. Kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Untuk mewujudkan drajat kesehatan masyarakatyang optimal, yang dapat dilakukan antara lain melalui peningkatan sanitasi lingkungan yang baik pada lingkungan tempatnya maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya, berupa fisik, kimia atau biologis termasuk perubahan perilaku.
Untuk itu sangat penting suatu pemahaman mengenai penyakit kaki gajah filariasis pada penderita dan pada masyarakat sekitarnya. Pemberantasan dari nyamuk yang dilakukan pada masing-masing wilayah endemis sangat penting untuk dilakukan dalam membantu memutus rantai dari penularan jenis penyakit ini. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara kesehatan tubuh merupakan salah satu hal yang penting untuk bisa mencegah terjadinya suatu perkembangan pada nyamuk.

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit kaki gajah bisa di deteksi lewat suatu pemeriksaan secara mikroskopis darah. Untuk penderita penyakit kaki gajah, sangat dituntut sekali untuk memeriksakan diri ke dikter jika merasakan gejala. Hal ini untuk mendapatkan pemeriksaan secara dini dan mendapatkan penanganan lebih lanjut mengenai  obat-obatan sehingga tidak akan menyebarkan penularan kepada orang lain. 
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Postingan terkait:

Silahkan berikan tanggapan untuk "Fillariasis (Penyakit Kaki Gajah)"

Post a Comment