terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel saya,
kali ini saya akan membahas mengenai anak tunanetra. .kenapa ? karena jika kita lihat banyak diantara kita orang yang berkebutuhan khusus akan tetapi seakan mereka dikebelakangkan seharusnya orang yang mempunyai kekurangan mesti mendapatkan perhatian khusus baik dari kita maupun pemerintah misalnya dalam hal pendidikan untuk menunjang kehidupannya di masa yang akan datang.
untuk itu saya akan membahas tentang anak tunanetra, apa itu tunanetra
Pada abad modern ini perkembangan teknologi sangat
pesat dan keadaan ini sangat jelas berpengaruh pada kehidupan manusia dalam bidang
sosial, budaya, ekonomi dan politik termasuk perkembangan dalam dunia pendidikan.
Pendidikan merupakan salah satu hal penting bagi manusia, karena dengan pendidikan
manusia dapat mengembangkan potensinya melalui pembelajaran. Melalui pendidikan
suatu bangsa akan maju.
Diharapkan sekolah mampu
untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang bertanggungjawab dengan kata lain pendidikan
berusaha untuk mengembangkan dan mewujudkan nilai-nilai hidup dan mendorong anak
untuk mau belajar. Salah satu mata pelajaran yang ada disekolah adalah pendidikan
jasmani dan kesehatan.
Secara fisik mereka memang memiliki keterbatasan dan menjadi
kendala dalam proses belajar namun dilihat dari sisi yang lain mereka juga
memerlukan pendidikan yang layak dan sama seperti orang pada umumnya yang
mempunyai potensi untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran.
Siswa tunanetra memiliki kebutuhan
yang lebih besar akan gerak dasar. Menurut Ma’mun dan Saputra (2000: 20) “Kemampuan
gerak dasar merupakan kemampuan yang biasa siswa lakukan guna meningkatkan
kualitas hidup”. Kemampuan
gerak dasar perlu diberikan kepada mereka, misalnya bagaimana cara langkah, berjalan
dan meloncat. Sebab umumnya siswa tunanetra baik yang mengalami gangguan penglihatan
sebagai (low vision) atau yang
menyeluruh (buta total), mereka mengalami hambatan dan keterbatasan dalam melakukan
gerak. Hal ini bisa dilihat pada saat anak yang mengalami gangguan penglihatan pada
saat berjalan posisi kedua tungkai agak lebar dengan langkah panjang.
Kebiasaan anak tunanetra di atas erat
kaitannya dengan kurangnya keseimbangan tubuh dan kurang percaya diri sehingga ketika
mengangkat kaki agak tinggi dan melangkah dengan langkah panjang. Sebagaimana menurut Badriyah (2011:39), “Keseimbangan
tergantung pada: kemampuan integrasi antara kerja indra penglihatan, kanalis
semi sirkulasi pada telinga, dan reseptor pada otot (muscle spindle dan apartus
golgi)”. Dengan demikian, keseimbangan anak tunanetra harus
lebih ditingkatkan sehingga mereka dapat melakukan gerakan dasar (melangkah)
lebih baik lagi.

Silahkan berikan tanggapan untuk "Pendidikan Bagi Anak Tunanetra"
Post a Comment